Main Character - ahmad hanif

Main Character

Main Character

ahmad hanif
Photo by Boston Public Library on Unsplash



Selama ini kita sering berpikir kalau kita akan jadi tokoh utama dalam sebuah khayalan kesuksesan. Kayak habis nonton film fiksi, pasti kita akan memposisikan diri sebagai tokoh utama. Menjalani usaha-usaha yang sulit tapi (nanti) akan berhasil dan sukses. Tapi, gimana kalau kita sebenernya cuma jadi tokoh figuran atau malah tidak ikut dalam sebuah cerita tersebut?



Kebiasaan memposisikan diri kita menjadi orang yang bakal sukses, sebenernya juga nggak baik. Seolah-olah kita bener-bener akan berhasil melebihi orang lain. Kita jarang mikirin, gimana jadinya kalau sebenernya kita nggak sesukses itu. Gimana jadinya, kalau kita malah jadi tokoh biasa saja. 



Ini terjadi karena kita sering mengambil kisah, cerita atau cerminan dari kesuksesan orang lain. Bukan orangnya, tapi kesuksesannya. Misalnya kita melihat influencer cantik yang bisa traveling kemana-mana, naik mobil mewah, atau bisa beli apa aja. Wah enak ya jadi orang itu, bisa traveling ke Jepang atau beli banyak tas branded." Kita tidak melihat orangnya, tapi kekayaannya



Balik lagi, Sendainya kita jadi orang biasa, apakah kita bisa menjalani hidup ini? Bisa tapi mati. Kita sebenernya butuh itu, butuh motivasi atau mimpi-mimpi itu. Cuma bedanya, kita harus menciptakan sendiri, dan tidak mengambil kisah dari orang lain. Bermimpi, mengkhayal, bercita-cita itu gratis, kenapa harus sama dengan orang lain? 



Kisah ini aku ambil dari curhatan seseorang yang bingung mendefinisikan arti kata sukses. Patokan kesuksesan yang masih diambil dari orang lain. Walaupun sukses itu tidak patut disangkut pautkan hanya dengan kekayaan. Karena sukses itu sebuah usaha yang berhasil. 



Udah ah, capek. Makasih semuanya.

Terima kasih telah melihat tulisan saya